• gambar 1
  • gambar 3
  • gambar 7

Selamat Datang di Website SMA NEGERI DARUSSHOLAH SINGOJURUH. Terima Kasih Kunjungannya

Kontak Kami


SMA NEGERI DARUSSHOLAH SINGOJURUH

NPSN : 20525601

Jl. Raya Gumirih 39 Singojuruh


Email: smandarussholah@ymail.com Redaksi WEB: redaksiwebsmanda@gmail.com

TLP : 0333-635381


          

Banner

Jajak Pendapat

Bagaimana pendapat anda mengenai web sekolah kami ?
Sangat bagus
Bagus
Kurang Bagus
  Lihat

Statistik


Total Hits : 44703
Pengunjung : 15669
Hari ini : 12
Hits hari ini : 13
Member Online : 4
IP : 34.228.55.57
Proxy : -
Browser : Opera Mini

Status Member

  • AFUWUNG KARIM (Guru)
    2018-07-18 22:46:53

    selamat malam semua
  • ISHAK EFENDI (Guru)
    2018-07-18 22:14:37

    Jangan pernah menyerah
  • Aprilia Nurilawati (Siswa)
    2017-11-25 16:36:23

    hanya mengetes
  • ALI ZAINAL ABIDIN (Siswa)
    2017-11-25 16:33:50

    mencoba masih
  • LULUT NOER MOCH. SAICHU (Guru)
    2017-11-25 02:37:54

    Hari Guru Nasional
  • ARI NILANDARI (Guru)
    2017-11-25 02:14:51

    cek saja

TETAPKAN SELASA SEBAGAI HARI ADAT SMAN TRASANDA SINGOJURUH




Think globally is ok but locally action is verry good, seperti ini jargon hidup hari ini di tengah-tengah pergaulan dunia yang seolah tanpa batas, borderless. Berfikir mengikuti perkembangan dunia menjadi sebuah tuntutan, tetapi perilaku tetap bergaya lokal saja. Kalimat pembukaan yang dilontarkan Kepala Sekolah Mh. Rifai ini bukan tanpa alasan. Organisasi dunia yang mengurus tentang pendidikan, kebudayaan dan ilmu pengetahuan (UNESCO), berharap agar masyarakat dunia tetap bersemangat memelihara dan mengembangkan nilai-nilai budaya lokal. Nilai lokal itu barang mahal dan bisa menjadi kekayaan dunia yang diwariskan. “Teknologi dengan karakteristiknya silakan terus maju. Tetapi, nilai-nilai kearifan lokal harus tetap terpelihara dengan baik”.  Begitu pesan yang disampaikan Kasek Mh. Rifai berkali-kali.


Menerapkan pemakaian baju adat, di SMAN TRASANDA (sebutan keren SMA Negeri Taruna Santri Darussholah) bagian dari upaya untuk membangun karakter cinta budaya.  Sementara ini yang dihimbau untuk memakai adalah kelas X dan XI. Tahun pelajaran depan (Juli 2019) semua kelas sudah harus ready memakai baju itu.


Khas pakaian adat di Banyuwangi, pertama, warna dasar gelap, hitam. Kedua, ada unsur batik Osing Gajah Oling. Dan, ketiga udeng atau tutup kepala bagi siswa dan siswa tetap memakai jilbab. Sedangkan model dan paduan atasan dan bawahan menyesuaikan dengan selera masing-masing. Prinsip model dan motifnya sesuai dengan kepantasan usia anak-anak (remaja). Memang dengan memakai baju itu, anak-anak kelihat gede-gede, terkesan dewasa. Tetapi, ada pada bagian lain yang menunjukkan kekanak-kanakan mereka, seperti terlihat pada tas dan sepatunya. Lanjut penyampaiaan Kepala Sekolah TRASANDA yang selalu tampil inovatif dengan berpakaian jeans itu menjelaskan.


Berikutnya, selaras dengan penetapan Selasa sebagai hari adat, warga sekolah juga diimbau untuk memakai bahasa daerah, bahasa Osing. Terkait dengan bahasa daerah, kembali pejabat UNESCO prihatin semakin menurunnya penggunaan bahasa ibu di daerah-daerah. Padahal, bahasa ibu memiliki nilai familiar dan bahkan ada unsur lebih ‘mistik’ pada bagian-bagian sastra mantra yang sangat langka. Bahasa Inggris, asing lainnya tetap penting dikuasai sebagai bahasa pergaulan dunia dan bahasa teknologi. Bahasa nasional wajib dipahami dan dipakai pada acara-acara resmi dan bahasa cakap antar-suku. Sedangkan Bahasa Ibu ini, sangat tepat dipakai pada acara-acara keluarga dan sosial nonformal.


 


TIM REDAKSI SMAN TRASANDA



Share This Post To :




Kembali ke Atas


Berita Lainnya :




Silahkan Isi Komentar dari tulisan berita diatas :

Nama :

E-mail :

Komentar :

          

Kode :

 

Komentar :

Pengirim : Mochammad Rifai -  [mochammadrifai@yahoo.co.id]  Tanggal : 27/02/2019

Mantul ; TRASANDA



   Kembali ke Atas