• gambar 1
  • gambar 3
  • gambar 7

Selamat Datang di Website SMA NEGERI DARUSSHOLAH SINGOJURUH. Terima Kasih Kunjungannya

Pencarian

Kontak Kami


SMA NEGERI DARUSSHOLAH SINGOJURUH

NPSN : 20525601

Jl. Raya Gumirih 39 Singojuruh


Email: smandarussholah@ymail.com Redaksi WEB: redaksiwebsmanda@gmail.com

TLP : 0333-635381


          

Banner

Jajak Pendapat

Bagaimana pendapat anda mengenai web sekolah kami ?
Sangat bagus
Bagus
Kurang Bagus
  Lihat

Statistik


Total Hits : 32655
Pengunjung : 10546
Hari ini : 11
Hits hari ini : 21
Member Online : 4
IP : 54.146.195.24
Proxy : -
Browser : Opera Mini

Status Member

  • AFUWUNG KARIM (Guru)
    2018-07-18 22:46:53

    selamat malam semua
  • ISHAK EFENDI (Guru)
    2018-07-18 22:14:37

    Jangan pernah menyerah
  • Aprilia Nurilawati (Siswa)
    2017-11-25 16:36:23

    hanya mengetes
  • ALI ZAINAL ABIDIN (Siswa)
    2017-11-25 16:33:50

    mencoba masih
  • LULUT NOER MOCH. SAICHU (Guru)
    2017-11-25 02:37:54

    Hari Guru Nasional
  • ARI NILANDARI (Guru)
    2017-11-25 02:14:51

    cek saja

Tata Tertib Lalu Lintas, Bahaya Narkoba dan Kenakalan Remaja




MPLS SMAN DARUSSHOLAH SINGOJURUH


Pemateri: POLSEK SINGOJURUH


I. TATA TERTIB LALU LINTAS


Etika berlalu lintas adalah tingkah laku para pemakai jalan dalam melaksanakan Undang-undang dan peraturan-peraturan lalu lintas serta norma-norma sopan santun antara sesama pemakai jalan.


Kecelakaan lalu lintas adalah kecelakaan lalu lintas adalah suatu peristiwa di jalan yang tidak di sengaja melibatkan kendaraan atau tanpa pemakai jalan yang dapat mengakibatkan korban manusia atau kerugian harta benda.


Fakta :



  1. Setiap tahun 1, 3 juta orang meninggal dunia di  akibatkan kecelakaan lalu lintas di jalan dan lebih 3000 orang meninggal dunia setiap harinya akibat kecelakaan lalu lintas.

  2. Korban laka lantas sebagai penyebab kematian ke 3 di dunia setelah jantung dan HIV/ AIDS.

  3. data dan fakta di atas: membuat dunia internasioan / PBB tanggal 10 maret 2010 akhirnya membentuk aksi dengan tema : “decade of action for road safety 2011 – 2020” atau dekade aksi keselamatan jalan 2011- 2020.

  4. Selaku anggota PBB Indonesia segera menindaklanjuti dengan mencanangkan/ kampanye keselamatan  jalan indonesia 2011- 2020 dengan tujuan : menekan angka kecelakaan sebesar 50%.


Agar tujuan bisa tercapai dalam menggelorakan pelopor keselamatan berlalu lintas, peran serta masyarakat sangat di butuhkan sekali.


Akibat Laka


Faktor penyebab terjadinya kecelakaan lalu lintas ada 4 faktor :



  • Faktor pengemudi / faktor manusia

  • Faktor kendaraan

  • Faktor jalan


Persiapan sebelum berangkat :


Sepeda motor :


Periksa kondisi kendaraan (rem, ban, lampu besar atau lampu isyarat, kaca spion dll) pastikan dalam kondisi baik.


Mobil :


Periksa kondisi kendaraan (rem, ban, lampu besar/ lampu utama, lampu isyarat/ lampu sen, minyak rem,  kaca spion, air accu, air radiator, cek oli) pastikan dalam kondisi baik


Perlengkapan kedaraan bermotor :


Setiap kendaraan bermotor yang dioperasikan di jalan wajib dilengkapi dengan perlengkapan kendaraan bermotor, perlengkapan roda 4 atau lebih sekurang- kurangnya terdiri atas



  1. Sabuk keselamatan/ sabuk pengaman

  2. Ban cadangan

  3. Segitiga pengaman

  4. Dongkrak

  5. Pembuka roda

  6. Pertolongan pertama pada kecelakaan/kotak P3K

  7. Helm atau rompi bagi pengemudi roda 4 atau lebih yang tidak memiliki rumah-rumah.


Kesiapan pengemudi :



  • Kondisi fisik yang prima

  • Identitas diri berupa sim sesuai dengan kendaraan yang dikemudikan

  • Stnk sesuai jenis kendaraan

  • Serta surat lainnya


Khusus sepeda motor/R2 atau kendaraan R4 terbuka atau tanpa rumah-rumah, agar menggunakan helm standar (SNI) yang baik dan benar, pastikan tali sudah terpasang atau bunyi klik.


Manfaat helm :



  1. Melindungi kepala bila terjadi laka lantas

  2. Melindungikepala dari debu dan kotoran

  3. Mengurangi fatalitas bila terjadi laka

  4. Membantu konsentrasi bila terjadi laka.


Penggunaan lampu utama :


Mengemudi sepeda motor wajib menyalakan lampu utama pada siang hari (pasal 107 ayat 2) Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.


Kesiapan dalam mentaati aturan lalu lintas :



  1. Setiap orang yang menggunakan jalan harus berperilaku tertib.

  2. Setiap pengemudi kendaraan bermotor di jalan wajib mematuhi ketentuan : Rambu- rambu lantas, Marka jalan, Alat pengatur lalu lintas, Berhenti dan parkir, Gerakan lalulintas, Pengaturan bunyi dan suara, Kecepatan maksimal.

  3. Pada saat diadakan pereriksaan di jalan, pengemudi kendaraan bermotor wajib menunjukan: STNK atau STC, Surat izin mengemudi (sim), Bukti lulus uji berkala (untuk kendaraan umum), Tanda bukti lainnya.

  4. Setiap pengemudi kendaraan roda empat atau lebih tidak dilengkapi rumah-rumah berikut penumpangnya wajib menggunakan helm Standar Nasional Indonesia (SNI).

  5. Setiap pengemudi sepeda motor dan penumpangnya wajib menggunakan helm SNI menggunakan helm pengaman yang baik dan benar dapat : melindungi kepala bila terjadi Laka Lantas, melindungikepala dari debu dan kotoran, mengurangi fatalitas bila terjadi Laka, membantu konsentrasi bila terjadi Laka.


 Pengguna jalur:



  1. Dalam berlalu lintas pengguna jalan harus menggunakan jalur jalan sebelah kiri.

  2. Pengguna jalan selain jalur sebelah kiri dapat dilakukan apabila :

  3. Pengemudi bermaksud akan melewati kendaraan di depannya.

  4. Atau di perintahkan oleh petugas kepolisian RI untuk digunakan sementara sebagai jalur kiri.

  5. Sepeda motor, kendaraan yang kecepatan lebih rendah atau bawa barang.

  6. Jalur kanan hanya diperuntukkan bagi kendaraan kecepatan lebih tinggi atau, kendaraan yang akan mendahului atau merubah arah


Sabuk keselamatan / safety belt


Setiap  pengemudi dan penumpang R4 atau lebihyang duduk di sebelah wajib menggunakan sabuk keselamatan.


Manfaat sabuk keselamatan :



  • mengurangi resiko kecelakaan

  • mencegah kepala pengemudi terbentur kaca depan

  • mencegah bandan terbentur ke stir

  • mengurangi resiko terlempar atau terbentur di pasbor.


 


Tata cara melewati :



  1. Mengemudi kendaraan bermotor yang akan melewati kendaraan lain harus menggunakan lajur/ jalur sebelah kanan dari kendaraan yang akan dilewati/ mempunyai jarak pandangyang bebas dan tersedia ruas yang cukup bagi kendaraan yang akan di lewati.

  2. Dalam keadaan tertentu pengemudi dapat menggunakan lajur jalan sebelah kiri yang tetap memperhatikan keamanan dan keselamatan lalu lintas.

  3. Apabila kendaraan yang dilewati telah memberi isyaratakan menggunakan lajur atau jalur kanan,pengemudi yang dimaksud dilarang melewati kendaraan tersebut.


 


II. BAHAYA NARKOBA


Bahaya Narkoba – Narkoba adalah singkatan dari narkotika dan obat-obatan berbahaya, istilah narkoba ini sangat berkaitan dengan senyawa yang memberi efek kecanduan bagi para penggunanya. Bahaya narkoba tidak hanya berpengaruh pada fisik saja tetapi bisa mengganggu mental atau jiwa pecandu narkoba tersebut, oleh karena itulah saya dalam situs yang ini ingin sekali berbagi pengetahuan tentang bahaya narkoba. Di samping memberikan informasi-informasi tentang pengobatan kista ovarium, situs ini juga ingin berbagi tentang informasi kesehatan lainnya yang mudah-mudahan bermanfaat bagi pembaca, seperti informasi tentang bahaya narkoba yang akan kita bahas sekarang.


Bahaya Narkoba Bagi Pecandunya


Bahaya Narkoba – Bagi pecandu, bahaya narkoba tidak hanya merugikan masalah fisik saja tetapi akan mengalami gangguan mental dan kejiwaan. Sebenarnya narkoba ini merupakan senyawa-senyawa psikotropika yang biasa digunakan dokter atau rumah sakit untuk membius pasien yang mau dioperasi atau sebagai obat untuk penyakit tertentu, tetapi persepsi tersebut disalah artikan akibat penggunaan di luar fungsinya dan dengan dosis yang di luar ketentuan. Apabila disalah gunakan, bahaya narkobadapat mempengaruhi susunan syaraf, mengakibatkan ketagihan, dan ketergantungan, karena mempengaruhi susunan syaraf. Dari ketergantungan inilah bahaya narkoba akan mempengaruhi fisik, psikologis, maupun lingkungan sosial.


1) Bahaya narkoba terhadap fisik



  • Gangguan pada sistem syaraf (neurologis)

  • Gangguan pada jantung dan pembuluh  darah (kardiovaskuler)

  • Gangguan pada kulit (dermatologis)

  • Gangguan pada paru-paru (pulmoner)

  • Sering sakit kepala, mual-mual dan  muntah, murus-murus, suhu tubuh meningkat, pengecilan hati dan insomnia

  • Gangguan terhadap kesehatan reproduksi yaitu gangguan padaendokrin, seperti: penurunan fungsi hormon reproduksi (estrogen, progesteron, testosteron), serta gangguan fungsi seksual.

  • Gangguan terhadap kesehatan reproduksi pada remaja perempuan antara lain perubahan periode menstruasi, ketidakteraturan menstruasi, dan amenorhoe (tidak haid)

  • Bagi pengguna narkoba melalui jarum suntik, khususnya pemakaian jarum suntik secara bergantian, risikonya  adalah tertular penyakit seperti hepatitis B, C, dan HIV

  • Bahaya narkoba bisa berakibat fatal ketika terjadi over dosis yaitu konsumsi narkoba melebihi kemampuan tubuh untuk menerimanya. Over dosis ini bisa menyebabkan kematian.


2) Bahaya narkoba terhadap psikologi



  • Kerja lamban dan seroboh, sering tegang dan gelisah

  • Hilang rasa percaya diri, apatis, pengkhayal, penuh curiga

  • Agitatif, menjadi ganas dan tingkah laku yang brutal

  • Sulit berkonsentrasi, perasaan kesal dan tertekan

  • Cenderung menyakiti diri, perasaan tidak aman, bahkan bunuh diri


3) Bahaya narkoba terhadap lingkungan sosial



  • Gangguan mental

  • Anti-sosial dan asusila

  • Dikucilkan oleh lingkungan

  • Merepotkan dan menjadi beban keluarga

  • Pendidikan menjadi terganggu dan masa depan suram


Bahaya Narkoba Sesuai Jenisnya


Bahaya narkoba – Narkoba memang memiliki jenis yang berbeda beda, tentu efek yang bisa ditimbulkan pun bisa berbeda beda sesuai jenisnya. Berikut adalah bahaya narkoba sesuai jenisnya:


1) Opioid



  • Depresi berat

  • Apatis, gugup dan gelisah

  • Banyak tidur, rasa lelah berlebihan

  • Malas bergerak, kejang-kejang, dan denyut jantung bertambah cepat

  • Selalu merasa curiga, rasa gembira berlebihan, rasa harga diri meningkat

  • Banyak bicara namun cadel, pupil mata mengecil

  • Tekanan darah meningkat, berkeringat dingin

  • Mual hingga muntah

  • luka pada sekat rongga hidung

  • Kehilangan nafsu makan, turunnya berat badan


2) Kokain



  • Denyut jantung bertambah cepat

  • Gelisah, banyak bicara

  • Rasa gembira berlebihan, rasa harga diri meningkat

  • Kejang-kejang, pupil mata melebar

  • Berkeringat dingin, mual hingga muntah

  • Mudah berkelahi

  • Pendarahan pada otak

  • Penyumbatan pembuluh darah

  • Pergerakan mata tidak terkendali

  • Kekakuan otot leher


3) Ganja



  • Mata sembab, kantung mata terlihat bengkak, merah, dan berair

  • Sering melamun, pendengaran terganggu, selalu tertawa

  • Terkadang cepat marah

  • Tidak bergairah, gelisah

  • Dehidrasi, liver

  • Tulang gigi keropos

  • Saraf otak dan saraf mata rusak

  • Skizofrenia


4)Ectasy



  • Enerjik tapi matanya sayu dan wajahnya pucat, berkeringat

  • Sulit tidur

  • Kerusakan saraf otak

  • Dehidrasi

  • Gangguan liver

  • Tulang dan gigi keropos

  • Tidak nafsu makan

  • Saraf mata rusak


5) Sabu-sabu:



  • Enerjik

  • Paranoid

  • Sulit tidur

  • Sulit berfikir

  • Kerusakan saraf otak, terutama saraf pengendali pernafasan hingga merasa sesak nafas

  • Banyak bicara

  • Denyut jantung bertambah cepat

  • Pendarahan otak

  • Shock pada pembuluh darah jantung yang akan berujung pada kematian.


6) Benzodiazepin:



  • Berjalan sempoyongan

  • Wajah kemerahan

  • Banyak bicara tapi cadel

  • Mudah marah

  • Konsentrasi terganggu

  • Kerusakan organ-organ tubuh terutama otak


 


III. KENAKALAN REMAJA


Kenakalan remaja adalah suatu perbuatan yang melanggar normaaturan, atau hukum dalam masyarakat yang dilakukan pada usia remaja atau transisi masa anak-anak ke dewasa.


Kenakalan remaja meliputi semua perilaku yang menyimpang dari norma-norma hukum pidana yang dilakukan oleh remaja. Perilaku tersebut akan merugikan dirinya sendiri dan orang-orang di sekitarnya.


 Jenis Kenakalan


Masalah kenakalan remaja mulai mendapat perhatian masyarakat secara khusus sejak terbentuknya peradilan untuk anak-anak nakal pada tahun 1899 di Illinois, Amerika Serikat.


Jenis-Jenis Kenakalan Remaja :



  • Penyalahgunaan narkoba

  • Seks bebas

  • Tawuran antar pelajar


 Penyebab kenakalan


Kenakalan remaja itu terjadi karena beberapa faktor, bisa disebabkan dari remaja itu sendiri (internal) maupun faktor dari luar (eksternal).


 Faktor Internal



  • Krisis identitas: Perubahan biologis dan sosiologis pada diri remaja memungkinkan terjadinya dua bentuk integrasi. Pertama, terbentuknya perasaan akan konsistensi dalam kehidupannya. Kedua, tercapainya identitas peran. Kenakalan ramaja terjadi karena remaja gagal mencapai masa integrasi kedua.

  • Kontrol diri yang lemah: Remaja yang tidak bisa mempelajari dan membedakan tingkah laku yang dapat diterima dengan yang tidak dapat diterima akan terseret pada perilaku ‘nakal’. Begitupun bagi mereka yang telah mengetahui perbedaan dua tingkah laku tersebut, namun tidak bisa mengembangkan kontrol diri untuk bertingkah laku sesuai dengan pengetahuannya.


 Faktor Eksternal



  • Keluarga dan Perceraian orangtua, tidak adanya komunikasi antar anggota keluarga, atau perselisihan antar anggota keluarga bisa memicu perilaku negatif pada remaja. Pendidikan yang salah di keluarga pun, seperti terlalu memanjakan anak, tidak memberikan pendidikan agama, atau penolakan terhadap eksistensi anak, bisa menjadi penyebab terjadinya kenakalan remaja.

  • Teman sebaya yang kurang baik

  • Komunitas/lingkungan tempat tinggal yang kurang baik.


 Mengatasi kenakalan


Hal-hal yang bisa dilakukan cara mengatasi kenakalan remaja :



  1. Kegagalan mencapai identitas peran dan lemahnya kontrol diri bisa dicegah atau diatasi dengan prinsip keteladanan. Remaja harus bisa mendapatkan sebanyak mungkin figur orang-orang dewasa yang telah melampaui masa remajanya dengan baik juga mereka yang berhasil memperbaiki diri setelah sebelumnya gagal pada tahap ini.

  2. Adanya motivasi dari keluarga, guru, teman sebaya untuk melakukan point pertama.

  3. Kemauan orangtua untuk membenahi kondisi keluarga sehingga tercipta keluarga yang harmonis, komunikatif, dan nyaman bagi remaja.

  4. Remaja pandai memilih teman dan lingkungan yang baik serta orangtua memberi arahan dengan siapa dan di komunitas mana remaja harus bergaul.

  5. Remaja membentuk ketahanan diri agar tidak mudah terpengaruh jika ternyata teman sebaya atau komunitas yang ada tidak sesuai dengan harapan.


 


Materi Tertib Lalin, Bahaya Narkotika dan Kenakalan Remaja dalam kegiatan MPLS 2018 SMAN DARUSSHOLAH SINGOJURUH oleh POLSEK Singojuruh.


materi 1


materi 2


materi 3


 



Share This Post To :




Kembali ke Atas


Berita Lainnya :




Silahkan Isi Komentar dari tulisan berita diatas :

Nama :

E-mail :

Komentar :

          

Kode :

 

Komentar :


   Kembali ke Atas